Cari Blog Ini

Laman

Senin, 21 Februari 2011

Sebuah Cerita Panjang

"sebuah cerita panjang yang hanya penulisnya saja yang tahu..."


Cerita Panjang

Aku menundukkan kepala seraya berkata “ah, sudahlah.”

Di hadapanku tadi ada tubuh seseorang yang kukenal terdiam kaku dan membisu

Dia tidak bernyawa lagi dan sepertinya memang telah mati

Tapi kurasakan jiwanya masih disekitar sini

Tak mau kusesali lagi, mungkin bukan aku yang melakukannya, aku yakin sekali itu

Kututup semua yang kutahu, tetapi tidak pada satu hal

Kamu.


Benci

Aku duduk termenung di sudut ruangan

Hanya ada aku, dia dan kursi empuk saja

Tembok yang mengelilingi hanya bisa melihat kita berdua yang terdiam sejak berjam-jam yang lalu

Diam yang sangat panjang dan melelahkan

Sungguh, ingin mati saja rasanya kalau begini

Kamu tak bicara sepatah kata juga dari tadi

Aku tak punya waktu yang banyak, tapi punya cinta

Meskipun bukan buat kamu saja, tapi orang lain

Aku tahu kamu ingin membuang semua yang ada di benakmu tentang rasamu itu

Tapi kamu, coba lihat, apa kamu tidak sadar atas perintahnya kemarin;

“jangan kau buat aku susah mati, ya.”

Kamu punya kebencian mendalam padaku

Lantas apakah aku harus ditahan disini bersama amarahmu yang besar itu?

Munafik, kamu sungguh munafik dan pengecut

Pikirku, kamu akan ambil pisau di ruangan sebelah dan akan kau robek perutku dan keluarkan isinya

Sudah kutunggu daritadi dan kau urunkan niatmu

Buat apa mendendam ketika kamu tidak melakukan suatu tindakan yang dapat melepaskannya

Yang membelenggu layaknya penyakit hati manusia

Ayolah, aku ini orang yang akan kaubunuh sekarang juga

Ambil pisau itu dan lakukan dengan perlahan sayang

Yang kuyakini itu tidak akan menyakitiku karena pasti kau lakukan dengan cinta

Kalau kau rasa percuma, ya tinggalkan saja

Dan hiduplah damai dengan ketenangan yang ditawarkan dunia busuk ini


Salahmu

Aku tahu, peristiwa itu bukan aku yang melakukannya

Kamu juga menyadarinya dan melihat dengan matamu sendiri

Sumpah pada Tuhan hanya menjadi bualan di matamu nantinya, bahkan setelah kukatakan padamu

Izinkan aku keluar dan lari sekencang-kencangnya kabur dari hadapanmu

Aku tiada kuasa untuk mematikannya jika harus bersaing dengannya

Pasti ada orang lain, orang yang bukan diriku

Menaruh kebencian padanya hingga berujung cerita panjang seperti ini

Kamu yang bersalah menelantarkan dia seperti gembel yang mengais makanan di bak sampah

Padahal bukan makanan, tetapi cintamu untuknya

Pahami itu sebelum kamu yang disalahkan orang nanti


Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar