"sebuah cerita panjang yang hanya penulisnya saja yang tahu..."
Cerita Panjang
Aku menundukkan kepala seraya berkata “ah, sudahlah.”
Di hadapanku tadi ada tubuh seseorang yang kukenal terdiam kaku dan membisu
Dia tidak bernyawa lagi dan sepertinya memang telah mati
Tapi kurasakan jiwanya masih disekitar sini
Tak mau kusesali lagi, mungkin bukan aku yang melakukannya, aku yakin sekali itu
Kututup semua yang kutahu, tetapi tidak pada satu hal
Kamu.
Benci
Aku duduk termenung di sudut ruangan
Hanya ada aku, dia dan kursi empuk saja
Tembok yang mengelilingi hanya bisa melihat kita berdua yang terdiam sejak berjam-jam yang lalu
Diam yang sangat panjang dan melelahkan
Sungguh, ingin mati saja rasanya kalau begini
Kamu tak bicara sepatah kata juga dari tadi
Aku tak punya waktu yang banyak, tapi punya cinta
Meskipun bukan buat kamu saja, tapi orang lain
Aku tahu kamu ingin membuang semua yang ada di benakmu tentang rasamu itu
Tapi kamu, coba lihat, apa kamu tidak sadar atas perintahnya kemarin;
“jangan kau buat aku susah mati, ya.”
Kamu punya kebencian mendalam padaku
Lantas apakah aku harus ditahan disini bersama amarahmu yang besar itu?
Munafik, kamu sungguh munafik dan pengecut
Pikirku, kamu akan ambil pisau di ruangan sebelah dan akan kau robek perutku dan keluarkan isinya
Sudah kutunggu daritadi dan kau urunkan niatmu
Buat apa mendendam ketika kamu tidak melakukan suatu tindakan yang dapat melepaskannya
Yang membelenggu layaknya penyakit hati manusia
Ayolah, aku ini orang yang akan kaubunuh sekarang juga
Ambil pisau itu dan lakukan dengan perlahan sayang
Yang kuyakini itu tidak akan menyakitiku karena pasti kau lakukan dengan cinta
Kalau kau rasa percuma, ya tinggalkan saja
Dan hiduplah damai dengan ketenangan yang ditawarkan dunia busuk ini
Salahmu
Aku tahu, peristiwa itu bukan aku yang melakukannya
Kamu juga menyadarinya dan melihat dengan matamu sendiri
Sumpah pada Tuhan hanya menjadi bualan di matamu nantinya, bahkan setelah kukatakan padamu
Izinkan aku keluar dan lari sekencang-kencangnya kabur dari hadapanmu
Aku tiada kuasa untuk mematikannya jika harus bersaing dengannya
Pasti ada orang lain, orang yang bukan diriku
Menaruh kebencian padanya hingga berujung cerita panjang seperti ini
Kamu yang bersalah menelantarkan dia seperti gembel yang mengais makanan di bak sampah
Padahal bukan makanan, tetapi cintamu untuknya
Pahami itu sebelum kamu yang disalahkan orang nanti
Bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar