*catatan untuk sekedar iseng
Kalau kita mengkhayal tentang apapun di dunia ini tentu kita akan memikirkan khayalan itu dan memimpikan kapan hal itu akan terjadi. Mengkhayal itu mudah sekali. Cukup pejamkan mata kita, berpikir, kemudian secara tidak sadar otak kita sudah melakukan proses mengkhayal itu sendiri. Sebuah pengantar sebelum mengkhayal adalah kunci kesuksesan kita mengkhayal. Sifatnya yang argumentatif, persuasif dan pengandaian itulah yang memicu otak untuk segera mengkhayal. Saya pikir mengkhayal itu nikmat dan tiada duanya.
Kerap kali ketika mengkhayal, perasaan kita sering terbawa dan berharap semua akan menjadi kenyataan. Padahal itu hanyalah angan-angan saja yang membelenggu kinerja otak agar bagaimana itu semua tervisualisasikan ke dalam realita kehidupan. Hati seakan ikut hanyut di dalam khayal kita. Peristiwa ini memang terjadi di bawah alam sadar kita, namun semua terjadi atas perintah otak kita. Mungkin penggambaran yang saya ajukan kurang mendetil, tapi marilah kita mengkhayal.
Ritus mengkhayal adalah kebiasaan saya membayangi sesuatu yang nampaknya asyik, indah dan enak untuk dilakukan. Sudah sejak lama saya mengkhayalkan ini-itu. Otak saya seperti telah di set begitu untuk saya terus berangan-angan. Meskipun keseringan ini memberikan dampak yang buruk bagi kelangsungan kinerja otak, membayangi sesuatu adalah hal lumrah yang gratis dan sangat mudah dilakukan manusia. Toh kita dapat dengan mudah memberikan perintah otak untuk berkhayal. Meskipun kalimat ini diulang berulang kali, inti dari tulisan ini adalah ajakan untuk kita berkhayal, membayangi sesuatu yang positif yang memberikan efek sinkronisasi otak yang lebih baik. Menyeimbangkan pola pikir agar tidak stress itu baik untuk kehidupan. So, berkhayallah selagi masih muda...
Yogyakarta, 8 Juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar